Book a Call

Edit Template

Book a Call

Edit Template

Penyakit Jantung

Dewasa ini perkembangan penyakit non infeksius semakin meningkat, gal tersebut dikarenkan perubahan gaya hidup dan tingkat sosial ekonomi yang mengubah pola munculnya penyakit. Penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia kini semakin meningkat dan menyebabkan kecacatan dan kematian. Di dunia, setiap 1 dari 100 bayi lahir dengan PJB. Di Indonesia, negara dengan angka fertilitas (kesuburan) tinggi, terdapat kurang lebih 5 juta bayi lahir setiap tahun dengan 50.000 bayi lahir dengan PJB dan 12.500 dengan PJB berat. Hal tersebut menjadikan Indonesia memiliki beban kesehatan tinggi terhadap kelainan ini (PJB).

  1. PENYEBAB

Bagaimana PJB bisa terjadi? Sampai saat ini, penyebab terjadinya PJB masih belum jelas, tetapi ada beberapa faktor risiko yang berperan, meliputi kebiasaan merokok baik secara aktif maupun pasif, konsumsi alkohol, ibu dengan diabetes mellitus/penyakit gula saat hamil, infeksi TORCH, kelainan jantung bawaan di keluarga, faktor genetik lain, untuk lebih jelasnya mari kita uraikan apa saja faktor penybab penyakit jantung bawaan sebagai berikut :

  • Masalah dengan gen atau kromosom pada anak, seperti sindrom Down Dengan perubahan gen tertentu, kemungkinan bayi mengalami cacat bisa naik sebanyak 50%.
  • Merokok atau penyalahgunaan alkohol atau selama kehamilan. Semua dapat menyebabkan cacat jantung bawaan dan masalah lain dengan perkembangan bayi. Hindari mereka jika Anda sedang hamil.
  • Obat tertentu. Beberapa obat dapat membuat kanker jantung dan kanker lahir lainnya lebih mungkin jika seorang wanita menggunakannya selama kehamilan. Di antara mereka adalah isotretinoin obat jerawat dan obat anti kejang yang mengandung valproate. Jika Anda sedang hamil, dokter Anda mungkin dapat beralih Anda ke obat lain sampai bayi Anda lahir.
  • Infeksi virus seperti rubella ((campak Jerman) pada trimester pertama Jika seorang wanita memiliki rubella selama kehamilan, itu dapat menciptakan masalah dengan jantung bayi. Kebanyakan orang divaksinasi di masa kanak-kanak. Jika Anda sedang hamil dan tidak divaksinasi, atau jika Anda tidak yakin, beritahu dokter Anda. Jika Anda perlu mendapatkan vaksinasi untuk rubella, Anda harus menunggu setidaknya sebulan setelah mendapatkan vaksinasi sebelum Anda hamil.
  • Diabetes pada ibu dapat mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan jantung bayinya. Diabetes gestasional, yang berkembang selama kehamilan, seharusnya tidak meningkatkan kesempatan bayi untuk memiliki cacat jantung.

 

  1. GEJALA PENYAKIT JANTUNG BAWAAN.

Beberapa orang yang lahir dengan masalah jantung tidak memperhatikan gejalanya. Gejala juga dapat muncul kembali bertahun-tahun setelah cacat jantung bawaan diobati.

Gejala penyakit jantung bawaan yang umum pada orang meliputi:

  • Detak jantung yang tidak teratur, disebut aritmia.
  • Kulit biru atau abu-abu, bibir dan kuku karena kadar oksigen rendah. Tergantung pada warna kulit, perubahan ini mungkin lebih sulit atau lebih mudah untuk dilihat.
  • Sesak napas.
  • Merasa lelah dengan aktivitas yang cepat.
  • Pembengkakan karena cairan mengumpulkan di dalam jaringan tubuh, yang disebut edema.
  • Batuk pilek cenderung tidak sembuh-sembuh.
  • Tumbuh kembang terhambat.
  • Berat badan sulit meningkat dan cenderung menurun.
  • Sering demam tidak diketahui penyebabnya.

 

  1. GEJALA KLINIK

Pada penelitian yang telah dilakuakan, gejala klinis berupa sesak napas, demam, napas cepat, kebiruan, kekuningan, muntah, perut kembung, pembengkakan ekstremitas, kejang, merintih, tidak sadar, kelemahan, dan berlendir ditemukan bervariasi karena PJB itu sendiri atau oleh karena penyakit penyerta lainnya. Kinsey dan White menyatakan bahwa gagal jantung secara langsung dapat menyebabkan terjadinya demam oleh karena peningkatan metabolisme, walaupun kebanyakan demam disebabkan karena infeksi dari paru. Penyakit jantung menyebabkan terjadinya demam dengan mekanisme peningkatan metabolisme (hipermetabolisme) yaitu melalui peningkatan kerja dari miokardium dan respirasi, serta ekskresi ketokolammin yang berlebihan.15 Salah satu penyakit yang menyebabkan tumpang tindihnya gejala khas gagal jantung ialah sepsis neonatorum yang dapat menimbulkan gejala demam, distres pernapasan, sianosis, apneu, dan gejala tidak spesifik lainnya.

 

  1. FAKTOR RISIKO

PJB dapat terjadi karena dua faktor yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik antara lain pengaruh keturunan atau riwayat penyakit dalam keluarga dan sindrom tertentu karena jumlah kromosom yang tidak normal seperti sindrom Down. Faktor lingkungan seperti infeksi maternal virus rubella, penggunaan obat-obatan yang teratogenik selama masa kehamilan, konsumsi alkohol yang berlebihan (maternal alcohol abuse). Selain itu faktor risiko penyakit jantung bawaan meliputi :

  • Genetika. Penyakit jantung bawaan tampaknya berjalan dalam keluarga, yang berarti diwariskan. Perubahan gen telah dikaitkan dengan masalah jantung yang ada saat lahir. Misalnya, orang dengan sindrom Down sering terlahir dengan kondisi jantung.
  • Campak Jerman, juga disebut rubella. Memiliki rubella selama kehamilan dapat mempengaruhi bagaimana jantung bayi tumbuh saat berada di dalam rahim. Tes darah yang dilakukan sebelum kehamilan dapat mengetahui apakah Anda kebal terhadap rubella. Vaksin tersedia bagi mereka yang tidak kebal.
  • Diabetes. Memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2 selama kehamilan juga dapat mengubah cara jantung bayi tumbuh saat berada di dalam rahim. Diabetes gestasional umumnya tidak meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan.
  • Obat-obatan. Mengambil obat-obatan tertentu selama kehamilan dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan dan masalah kesehatan lainnya yang ada saat lahir. Obat-obatan yang terkait dengan cacat jantung bawaan termasuk lithium (Lithobid) untuk gangguan bipolar dan isotretinoin (Claravis, Myorisan, yang lain), yang digunakan untuk mengobati jerawat. Selalu beri tahu tim perawatan kesehatan Anda tentang obat-obatan yang Anda ambil.
  • Alkohol. Minum alkohol saat hamil telah dikaitkan dengan kondisi jantung pada bayi.
  • Merokok. Jika Anda merokok, berhenti. Merokok selama kehamilan meningkatkan risiko cacat jantung bawaan pada bayi.
  1. CARA MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG BAWAAN

Pencegahan dapat dilakukan menghindari faktor risiko, yakni dengan tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, menjaga kesehatan tubuh. Bagi yang sudah terdiagnosis, wajib rutin kontrol sesuai jadwal, konsumsi obat sesuai anjuran, aktivitas disesuaikan dengan kebutuhan, konsumsi makanan bergizi seimbang (tidak ada pantangan khusus makanan tertentu yang dapat memperparah PJB).

 

  1. DIAGNOSIS

Diagnosis penyakit jantung bawaan ditegakkan berdasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisis, pemeriksaan penunjang dasar serta lanjutan. Pemeriksaan penunjang dasar yang penting untuk penyakit jantung bawaan adalah foto rontgen dada, elektrokardiografi, dan pemeriksaan laboratorium rutin. Pemeriksaan lanjutan (untuk penyakit jantung bawaan) mencakup ekokardiografi dan kateterisasi jantung. Kombinasi ke dua pemeriksaan lanjutan tersebut untuk visualisasi dan konfirmasi morfologi dan pato-anatomi masing-masing jenis penyakit jantung bawaan memungkinkan ketepatan diagnosis mendekati seratus persen.

 

  1. KAPAN HARUS MENEMUI DOKTER

Dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki nyeri dada yang tidak dapat dijelaskan atau sesak napas. Buat janji untuk pemeriksaan kesehatan jika:

  • Anda memiliki gejala penyakit jantung bawaan dewasa.
  • Anda menerima perawatan untuk cacat jantung bawaan sebagai seorang anak.

 

Refrensi :

Lestari, D.L. (2023). Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak. Scientific Journal, 2(4), 134-142.

Mawarli, E. M., Purnama, Y., Roebiono, P. S. (2021). Modalitas Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan Di Pelayanan Kesehatan Primer. Jurnal Indon Med Assoc, 71(2), 100-109.

Djer, M. M., Madiyono. B. (2000). Tatalaksana Penyakit Jantung Bawaan. Jurnal Sari Pediatri, 2(3), 155-162.

Manopo, B. R., Kaunang, E. D., Umboh, A. (2018). Gambaran Penyakit Jantung Bawaan di Neonatal Intensive Care Unit RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 2013-2017. Jurnal e-Clinic, 6(2), 87-93.

Hafizhah, Bidhari. Kementerian Kesehatan RI (2025). Orang Tua, Waspada Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak.

Mayoclinic (2025). Congenital Heart Disease In Adults.

Beckerman, J. WebMD (2021). Congenital Heart Disease Explained

Bagikan

Artikel Terbaru

humas2025

humas2025

Penulis

Contact Detail

Akses Cepat

Center of Excellence

Dokter Kami

Rawat Jalan

Rawat Inap

Promo Kesehatan

© 2025 Created with RS Islam Yatofa