Stres merupakan kondisi yang umum terjadi pada manusia, Stres adalah bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap situasi tertentu, seperti bahaya mendadak atau tantangan jangka panjang. Selama peristiwa stres, tubuh Anda melepaskan bahan kimia yang disebut hormon, seperti adrenalin. Terdapat 2 dampak stres yaitu stres yang berdampak positif dan stres yang berdampak negatif. Jika stres yang berdampak positif dapat membantu anda menyelesaikan suatu pekerjaan dengan tepat waktu. Namun jika stres berdampak negatif akan mempengaruhi kesehatan fisik, mental dan emosional seseorang jika tidak ditangani dengan tepat.
Stres yang berkepanjangan dapat berdampak negatif dan memicu berbagai masalah kesehatan dan dampak buruk dari stres diperantarai oleh respons tubuh yang terjadi selama keadaan menekan (stres).
- Dampak Stres
Dampak negatif stres pada seseorang dapat memengaruhi berbagai sistem organ tubuh, yaitu :
- Sistem kardiovaskular
Stres dapat menyebabkan efek pada sistem kardiovaskular. Efek yang ditimbulkan di antaranya, peningkatan denyut jantung, kontraksi jantung, dan pelebaran jantung.
- Sistem Respirasi
Stres yang terjadi dapat menyekresikan hormon dan mediator inflamasi. Hal tersebut menyebabkan hiperresponsivitas bronkus dan peradangan yang dapat mengakibatkan sesak napas.
- Sistem Gastrointestinal
Sekumpulan gejala pada gastrointestinal merupakan gejala yang berasal dari saluran pencernaan. Gejala ini mulai dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan berakhir di anus.
- Sistem Hepatobilier
Stres menyebabkan gangguan toleransi pada sistem imun hati. Sistem imun hati secara umum merupakan sekresi interleukin 10 yang merupakan sitokin antiinflamasi.
- Sistem Urinaria
Stres kronis dapat menyebabkan gejala pada sistem urinaria.17 Stres menyebabkan disfungsi serotonergik dan aksis HPA. Hal tersebut dapat menyebabkan gangguan dalam sistem urinaria.
- Sistem Reproduksi
Stres menyebabkan penurunan kadar gonadotropin, sehingga dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron pada laki-laki.2 Stres dapat menyebabkan gangguan menstruasi pada perempuan. Gangguan menstruasi meliputi, pubertas dini (menstruasi terlalu awal), pubertas lambat, nyeri menstruasi, jumlah darah yang terlalu banyak, atau siklus menstruasi yang tidak teratur.
- Sistem Muskuloskeletal.
Stres juga menyebabkan gangguan pada sistem muskuloskeletal. Aktivasi saraf simpatik saat stres meningkatkan kontraksi otot. Peningkatan kontraksi otot dapat menyebabkan kelelahan otot.
- Sistem Integumen.
Stres memengaruhi kulit dengan perubahan fisiologis atau peningkatan perilaku, seperti menggaruk yang akan memperburuk kondisi kulit.
- Sistem Indera.
Stres juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem indera. Salah satu sistem indera yang berdampak, seperti sistem pendengaran.
- Sistem Imun.
tres yang terjadi terus-menerus dapat menekan sistem imun bawaan dan adaptif. 2 Stres menurunkan sistem imun dengan mensekresi kortisol. Sekresi kortisol dapat menurunkan sistem imun dengan menghambat produksi sitokin pro-inflamasi.
- Kualitas Tidur.
Stres juga memengaruhi kualitas tidur seseorang. Kualitas tidur dinilai dari kepuasan seseorang terhadap tidurnya, termasuk durasi, waktu memulai tidur, efisiensi tidur, frekuensi tidur, kedalaman tidur, dan kelelapan tidur.
- Kesehatan Mental.
Stres berhubungan terjadinya gejala somatisasi pada seseorang. Gejala somatisasi termasuk ke dalam bentuk somatoform.
- Gejala Stres
Jika stres tidak membaik dan stres yang berkepanjangan, itu dapat berdampak pada kesehatan lainya. Stres kronis dapat menyebabkan berbagai gejala dan mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Gejala stres kronis meliputi :
- Depresi
- Sakit kepala.
Agar stres tidak semakin berat atau menimbulkan masalah kesehatan, penting bagi setiap orang untuk bisa mengurangi dan mengendalikan stres dengan baik.
- Mudahnya Menangani Stres.
Hal pertama untuk mengatasi stres adalah mencari tahu pencetus munculnya stres tersebut. Dengan begitu, Anda bisa menangi stres dengan lebih cepat. jika masalah penyebabnya bisa terselesaikan, stres juga dengan sendirinya dapat teratasi.
Namun, sering kali penyebab stres sulit untuk dikenali. Bila Anda mengalami hal ini, tidak usah khawatir karena beberapa hal berikut ini bisa dilakukan untuk mengatasi stres dan membuat pikiran menjadi lebih rileks :
- Mengambil napas dalam-dalam.
Ini membantu anda untuk bernapas lebih lambat dan membantu otot anda rileks. Oksigen ekstra mengirimkan pesan ke otak anda untuk menenangkan dan merilekskan tubuh.
- Meluangkan waktu untuk diri sendiri.
Bisa jadi mendengarkan musik, membaca buku yang bagus, atau pergi ke bioskop.
- Melakuakan meditasi.
Studi menunjukkan bahwa meditasi, waktu keheningan yang ditetapkan untuk memfokuskan pikiran pada pemikiran positif atau netral, dapat membantu menurunkan stres.
- Tidur cukup.
Kebanyakan orang dewasa membutuhkan 7 hingga 9 jam tidur malam untuk merasakan manfaat yang besar dari tidur yang bagus.
Aktivitas fisik dapat mengendurkan otot-otot Anda dan meningkatkan suasana hati Anda. Aktivitas fisik juga dapat membantu meringankan gejala depresi dan kecemasan. Aktivitas fisik meningkatkan kadar bahan kimia “merasa baik” dalam tubuh Anda yang disebut endorfin. Endorfin dapat membantu meningkatkan mood Anda.
- Mengungkapkan keluh dan kesah.
Berbicara dengan teman atau anggota keluarga. Mereka mungkin membantu Anda melihat masalah Anda dengan cara baru dan menyarankan solusi. Atau, hanya bisa berbicara dengan anggota keluarga atau teman tentang sumber stres dapat membantu Anda merasa lebih baik.
- Mengistirahatkan Pikiran.
Manfaat istirahat mental pada dasarnya adalah untuk menenangkan pikiran dan mengurangi stres berlebih. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat otak manusia memiliki titik jenuh.
Penting untuk tidak membiarkan stres menguasai hidup Anda. Stres berkepanjangan dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Ada berbagai cara untuk mengatasi stres, seperti menerapkan pola hidup sehat, mengelola waktu dengan baik, dan mencari dukungan dari orang lain.
Refrensi :
Pietrangelo, A. Healthline (2023). The Effects of Stress on Your Body.
American Psychological Association. (2024). How Stress Affects Your Healthe.
U.S. Department of Health & Human Services. Womens Health (2021). Stress and Your Health.
Qonita, A., Setiorini, S., Ratna, Maya, G., Zuraida, R. (2024). Dampak Stres Pada Kesehatan. Jurnal Medula, 14(12), 2202-2210.
Mayo Clinic (2023). Chronic Stress Puts Your Health at Risk.
