Perjalanan panjang, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, kerap membuat tubuh berada dalam posisi statis selama berjam-jam. Kondisi duduk terlalu lama selama perjalanan atau arus balik tidak hanya memicu kekakuan otot dan rasa lelah, tetapi juga berisiko mengganggu sirkulasi darah. Tanpa peregangan yang memadai, Anda berisiko mengalami nyeri punggung bawah, kram leher, hingga masalah yang lebih serius seperti Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah pada kaki. Untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan fisik Anda beserta keluarga, berikut adalah panduan peregangan sederhana yang dapat dilakukan baik di dalam kendaraan maupun saat beristirahat. Peregangan Ringan Saat Duduk di Kendaraan Gerakan ini dirancang agar aman dan praktis dilakukan tanpa membutuhkan ruang yang luas: Peregangan Leher (Neck Roll): Tundukkan kepala hingga dagu menyentuh dada, lalu putar kepala perlahan ke arah kanan, belakang, kiri, dan kembali ke depan. Lakukan 3-5 putaran ke setiap arah secara bergantian. Ini efektif meredakan ketegangan di area servikal (leher). Putaran Bahu (Shoulder Shrugs): Angkat kedua bahu ke arah telinga, tahan selama 3 detik, lalu lepaskan dengan cepat sambil membuang napas. Selanjutnya, putar bahu ke arah depan dan belakang masing-masing sebanyak 5 kali untuk melonggarkan otot trapezius. Rotasi Pergelangan Kaki (Ankle Circles): Angkat sedikit telapak kaki dari lantai kendaraan. Putar pergelangan kaki searah jarum jam sebanyak 10 kali, lalu berlawanan arah 10 kali. Gerakan ini sangat krusial untuk melancarkan aliran darah dari kaki kembali ke jantung. Peregangan Tulang Belakang (Seated Twist): Duduk dengan tegak, letakkan tangan kanan di lutut kiri, lalu putar tubuh bagian atas dan pandangan ke arah kiri belakang. Tahan selama 10-15 detik. Ulangi untuk sisi yang berlawanan. Peregangan Optimal Saat Berada di Rest Area Beri waktu bagi tubuh untuk beristirahat di luar kendaraan setidaknya setiap 2–3 jam sekali. Manfaatkan waktu tersebut untuk melakukan gerakan berikut: Peregangan Paha Depan (Quadriceps Stretch): Berdirilah dengan tegak, tekuk satu kaki ke belakang, dan pegang pergelangan kaki menggunakan tangan. Tarik perlahan mendekati bokong sambil menjaga lutut tetap berdekatan. Tahan selama 15-20 detik secara bergantian untuk kiri dan kanan. Peregangan Otot Betis (Calf Stretch): Temukan tembok atau sandaran yang stabil. Tempatkan satu kaki di depan kaki lainnya. Tekuk lutut kaki yang berada di depan sambil menjaga kaki yang di belakang tetap lurus dengan tumit menempel di lantai. Condongkan tubuh ke depan hingga terasa tarikan di betis kaki belakang. Peregangan Punggung Penuh (Standing Forward Bend): Berdiri dengan kaki selebar bahu. Perlahan bungkukkan badan ke depan, biarkan lengan menggantung ke bawah searah gravitasi, atau coba sentuh jari-jari kaki. Jangan memaksakan diri jika terasa sakit. Gerakan ini sangat baik untuk melepaskan tekanan pada tulang belakang bagian bawah. Kapan Harus Waspada? Peregangan dan hidrasi yang cukup (minum air putih teratur) adalah kunci utama perjalanan sehat. Namun, apabila Anda mengalami pembengkakan yang tidak wajar pada kaki, nyeri hebat pada betis, sesak napas, atau pusing yang tak kunjung hilang setelah perjalanan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Daftar Pustaka Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Panduan Kesehatan Perjalanan dan Pencegahan Kelelahan. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI. Harvard Medical School. (2022). The Importance of Stretching. Harvard Health Publishing. Mayo Clinic Staff. (2023). Deep Vein Thrombosis (DVT) – Symptoms and Causes. Mayo Foundation for Medical Education and Research. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Blood Clots and Travel: What You Need to Know. U.S. Department of Health & Human Services.
Keutamaan Puasa Sunnah Tasu’a dan Asyura “9 dan 10 Muharram
Sejarah Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum) oleh Allah swt seperti dijelaskan di dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36 yang menjelaskan bahwa, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Diriwayatkan oleh ‘Aisyah RA, diketahui bahwa orang-orang Quraisy pada masa jahiliyah juga berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah Saw, ketika masih berada di Mekah sebelum hijrah ke Madinah, memerintahkan umat Muslim untuk melanjutkan tradisi puasa ini hingga kemudian turunnya perintah wajib puasa Ramadan. Hadis tersebut berbunyi: Dari ‘Aisyah RA, sesungguhnya orang-orang Quraisy dulu pada masa jahiliyah berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah Saw pun memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu hingga turunnya perintah wajib puasa Ramadan. Rasulullah (setelah wajibnya puasa Ramadhan) berkata barang siapa menghendaki maka ia boleh berpuasa Asyura sedangkan yang tidak mau puasa maka tidak mengapa (HR. Bukhari dan Muslim). Hari 9 dan 10 Muharram merupakan hari yang sangat istimewa dalam agama Islam. Namun keistimawan tersebut jarang diketahui oleh umat islam. Dalam ajaran Islam, 9 Muharram juga dikenal dengan hari Tasu”a dan 10 Muharram disebut juga sebagai hari Asyura. Alasan Muharram dimuliakan adalah, karena di dalamnya terdapat hari Asyura. Dalam catatan sejarah, pada hari itu banyak terjadi peristiwa luar biasa, termasuk selamatnya Nabi Musa as dari kejaran pasukan Fir’aun. Sebagai bentuk syukur, Nabi Musa as berpuasa pada hari tersebut. Keutamaan Berpuasa di Bulan Muharram Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ (Amalan puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram, dan amalan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)”. Dalil ini menegaskan bahwa bulan Muharram merupakan bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah bulan Ramadhan. Hadist diatas menjelaskan kepada kita bahwa umat muslim dianjurkan untuk melakukan ibadah puasa, salah satunya Puasa Tasua dan Asyura. Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura yaitu : Puasa 1 hari setara dengan 30 hari, penjelasan ini tertuang dalam HR. Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda, salah satu keistimewaan berpuasa di bulan Muharam termasuk puasa Tasua dan Asyura akan mendapatkan pahala puasa setara 30 hari. Dapat menghapus dosa selama satu tahun, penjelasan ini tertuang dalam HR. Al-Jamaah bahwa puasa pada hari arafah dapat menghapus dosa tahun lalu dan satu tahun yang akan datang. Amalan puasa 10 Muharram 1. Memperbanyak puasa, sebagaimana disabdakan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW : “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR Muslim). Hadits di atas secara jelas menyatakan bahwa kita disunnahkan berpuasa di bulan Muharram, terutama pada hari kesepuluh Muharram yang disebut dengan puasa Asyura. Begitu juga hari kesembilan yang disebut puasa tasu’a’. Bahkan Imam Syafi’i menyatakan dalam kitab al-Umm bahwa disunnahkan puasa tiga hari sekaligus, yaitu 9, 10 dan 11 Muharram. 2. Disunnahkan untuk meluaskan belanja kepada keluarga pada hari kesepuluh Muharram. Hal itu berdasarkan Sabda Rasulullah: “Barang siapa melapangkan nafkah belanja kepada keluarganya (istri, anak dan orang-orang yang ia tanggung nafkahnya) pada hari ‘Asyura’, maka Allah akan melapangkan rezeki baginya sepanjang tahun” (HR ath Thabarani, al-Baihaqi dan lainnya). Baik puasa Asyura maupun Tasua memiliki makna mendalam dan nilai-nilai spiritual yang terkandung. Puasa Asyura mengajarkan tentang perjuangan melawan kezaliman dan kemenangan atas kejahatan dengan pertolongan Allah. Sementara itu, puasa Tasua menegaskan pentingnya membedakan ibadah Islam dari praktik keagamaan lainnya dan memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk berpuasa pada dua hari berturut-turut dalam merenungkan peristiwa bersejarah. Dua hari yang dimaksud yaitu pada 9 dan 10 Muharram, bisa memilih berpuasa pada 10 dan 11 Muharram, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Umar Al-Muqbil hafizahullah.. Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah, Imam Syafi’i, ulama Syafi’iyah, Imam Ahmad, Ishaq dan selain mereka berpandangan bahwa disunnahkan melakukan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus. Adapun alasan kenapa puasa tanggal 10 Muharram diikuti dengan puasa tanggal 9 Muharram ataupun 10 Muharram dengan diikuti dengan 11 Muharram, yaitu supaya tidak tasyabbuh (menyerupai) orang Yahudi, di mana orang Yahudi hanya melakukan puasa pada tanggal 10 saja. Dengan ini kami mengajak dan menghimbau seluruh keluarga besar RS Islam Yatofa untuk bersama-sama menghidupkan sunnah Nabi Besar Muhammad SWA dengan menunaikan puasa sunnah Tasyu’a dan Asyura sebagai bentuk taqarrub (mendakatkan diri) kepada Allah dan mengawali tahun baru hijriyah dengan ibadah penuh keberkahan. Refrensi : Badan Amil Zakat Nasional. (2024). 10 Muharram Hari Apa: Sejarah Dan Keutamaan Hari Asyura. Adidah, Siti. Al Azhar. (2022). Keutamaan Puasa Pada Tanggal 9 dan 10 Muharram. Patoni. Nu Online. (2023). Sejarah Puasa Asyura 10 Muharram, Ibrahim, Ilham. Muhammadiyah. (2023). Asal Usul Puasa Tasu’a Dan Asyura. Ash-shiddiqy, M. UIN SAIZU PURWOKERTO. (2022). Ini Dia Peristiwa Penting 10 Muharram dan Amalan-amalan Yang Sangat Dianjurkan. Institusi Teknologi Sepuluh Novemer. (2023). Amalan Puasa Asyura: Keutamaan, Sejarah, dan Pelaksanaan. Chandra, Anton, A. Universitas Islam Riau. (2023). Direktur DDIK UIR Jelaskan Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura. Tuasikal, M,A. Rumaysho. (2023). Puasa Asyura Bisa Dilakukan Dengan 4 Pilihan Cara, Semuanya Dibolehkan.