Book a Call

Edit Template

Book a Call

Edit Template

Jangan Anggap Remeh! Kenali Dampak Serius Anemia pada Remaja

Masa remaja adalah masa pertumbuhan yang sangat pesat. Seringkali kita melihat anak remaja yang tampak malas, sering mengantuk di kelas, atau tidak bersemangat melakukan aktivitas fisik. Jangan buru-buru melabeli mereka “pemalas”, karena bisa jadi mereka sedang berjuang melawan Anemia.

Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja (usia 15-24 tahun) masih cukup tinggi, yakni sekitar 32% (Riskesdas, 2018). Artinya, 3 dari 10 remaja di Indonesia menderita anemia.

Artikel ini akan membahas mengapa anemia berbahaya bagi remaja dan bagaimana cara mencegahnya.

Apa Itu Anemia?

Secara sederhana, anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau Hemoglobin (Hb). Hemoglobin berfungsi sebagai “kendaraan” yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Jika “kendaraan” ini kurang, maka pasokan oksigen ke otak, otot, dan organ tubuh lainnya akan terhambat. Akibatnya, mesin tubuh tidak bisa bekerja secara optimal. Penyebab paling umum pada remaja adalah kekurangan zat besi (Anemia Defisiensi Besi).

Mengapa Remaja Rentan Terkena Anemia?

Ada beberapa alasan mengapa kelompok usia ini sangat berisiko:

  1. Pertumbuhan Pesat (Growth Spurt): Tubuh remaja membutuhkan gizi lebih banyak untuk tumbuh kembang tulang dan otot, termasuk zat besi.
  2. Menstruasi: Remaja putri kehilangan darah setiap bulan karena siklus haid. Jika asupan zat besi tidak menggantikan darah yang keluar, anemia akan terjadi.
  3. Pola Makan yang Salah: Kebiasaan makan junk food, diet ketat tanpa pengawasan dokter, atau kurang makan sayur dan protein hewani.

Dampak Anemia pada Kesehatan dan Masa Depan Remaja

Anemia bukan sekadar “lemas biasa”. Jika dibiarkan berkepanjangan, dampaknya bisa sangat merugikan:

  1. Menurunnya Prestasi Akademik

Otak yang kekurangan oksigen akan sulit berkonsentrasi. Remaja akan:

  • Sulit fokus saat belajar.
  • Daya ingat menurun.
  • Cepat mengantuk di sekolah.
  • Akibatnya, nilai dan prestasi akademik bisa merosot.
  1. Gangguan Pertumbuhan Fisik

Anemia kronis dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan. Remaja mungkin tidak mencapai tinggi badan optimalnya (terhambat pertumbuhannya) jika kekurangan gizi ini tidak segera diatasi.

  1. Penurunan Daya Tahan Tubuh (Imunitas)

Zat besi berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Remaja yang anemia akan lebih mudah sakit, sering terkena flu, batuk, atau infeksi lainnya, yang tentunya mengganggu aktivitas sehari-hari.

  1. Dampak Jangka Panjang bagi Remaja Putri

Ini adalah poin krusial. Remaja putri yang menderita anemia berisiko tinggi tetap mengalami anemia saat hamil nanti. Ibu hamil yang anemia berisiko:

  • Melahirkan bayi prematur.
  • Melahirkan bayi dengan berat badan rendah (BBLR).
  • Meningkatkan risiko pendarahan saat melahirkan.
  • Berkontribusi pada risiko stunting pada anaknya kelak.

Gejala yang Harus Diwaspadai (5L)

Kementerian Kesehatan RI mengenalkan istilah 5L untuk mendeteksi gejala awal anemia:

  1. Lesu
  2. Lemah
  3. Letih
  4. Lelah
  5. Lalai

Selain 5L, perhatikan juga tanda fisik lain seperti: wajah pucat, kelopak mata bagian dalam pucat, pusing/sakit kepala, dan detak jantung yang tidak beraturan.

 

Cara Mencegah dan Mengatasi Anemia

Kabar baiknya, anemia sangat bisa dicegah dan diobati dengan langkah berikut:

  • Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi: Perbanyak makan daging merah, hati ayam, ikan, bayam, brokoli, dan kacang-kacangan. Ingat, zat besi dari hewan (heme) lebih mudah diserap tubuh daripada dari tumbuhan.
  • Bantu dengan Vitamin C: Minum jus jeruk atau makan buah-buahan bervitamin C setelah makan dapat membantu penyerapan zat besi.
  • Hindari “Pencuri” Zat Besi: Hindari minum teh, kopi, atau susu berbarengan saat makan utama. Kandungan tannin dan kalsium di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi. Beri jeda 1-2 jam.
  • Rutin Minum TTD (Tablet Tambah Darah): Bagi remaja putri, disarankan mengonsumsi 1 tablet tambah darah setiap minggu.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anak remaja Anda menunjukkan gejala 5L atau terlihat pucat terus-menerus meskipun sudah memperbaiki pola makan, segera lakukan pemeriksaan laboratorium.

Rumah Sakit Islam Yatofa menyediakan layanan Paket Skrining Anemia (Cek Darah Lengkap) dengan hasil yang cepat dan akurat. Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam atau Dokter Anak kami untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ingat: Remaja yang sehat dan bebas anemia adalah kunci generasi masa depan yang cerdas dan kuat.

 

Referensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

World Health Organization (WHO). (2011). Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Geneva: World Health Organization.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Buku Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta: Kemenkes RI.

Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN). (2010). Iron and Health. London: TSO (The Stationery Office).

Dugan, C., et al. (2021). “Cognitive Performance in Adolescents with Iron Deficiency.” Journal of Pediatrics.

Bagikan

Artikel Terbaru

humas2025

humas2025

Penulis

Contact Detail

Akses Cepat

Center of Excellence

Dokter Kami

Rawat Jalan

Rawat Inap

Promo Kesehatan

© 2025 Created with RS Islam Yatofa