Pada masa saat ini, olahraga menjadi sangat penting untuk kita karena pada saat ini gaya hidup kita ditandai dengan minimnya aktivitas fisik dan lebih banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk atau berbaring. Padahal olahraga itu mudah dan bisa dilakukan dimana saja contohnya berjalan kaki. Disaat yang sama, kegiatan jalan kaki dapat merangsang aliran darah ke otak dan seluruh tubuh, meningkatkan metabolisme dan suasana hati secara keseluruhan, serta mengurangi perasaan cemas dan stres. Semua refleks alamiah ini adalah satu alasan mengapa jalan kaki bisa disebut sebagai olahraga.
MANFAAT JALAN KAKI
Lalu apa saja manfaat jalan kaki untuk kesehatan ? berikut beberapa manfaat jalan kaki untuk kesehatan dan penjelasannya :
- Memperkuat jantung. Berjalan setidaknya 30 menit per hari selama lima hari dalam satu minggu dapat mengurangi risiko Anda terkena penyakit jantung koroner sekitar 19%. Risiko tersebut bisa berkurang lagi ketika Anda meningkatkan durasi atau jarak Anda berjalan per harinya. Tak hanya itu, penelitian lain juga menyebutkan bahwa orang yang berjalan kaki cukup untuk memenuhi pedoman aktivitas fisik memiliki risiko 30% lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke dibandingkan mereka yang tidak berjalan kaki secara teratur.
- Membantu menurunkan gula darah. Tingginya gula darah dan tekanan darah merupakan salah satu faktor sejumlah penyakit kronis seperti diabetes, jantung, dan stroke. Sementara jalan kaki dapat meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam otot sehingga menurunkan kadar glukosa di dalam darah. Itulah alasannya aktivitas ini direkomendasikan oleh American Diabetes Association untuk menurunkan gula darah dan risiko terkena penyakit diabetes.
- Melancarkan sistem pencernaan. Melancarkan sistem pencernaan juga termasuk salah satu dari sekian banyak manfaat jalan kaki bagi kesehatan. Setelah makan, usahakan untuk menghindari tidur setelahnya. Sebab hal itu bisa mengganggu kinerja sistem pencernaan Anda. Daripada tidur atau duduk, ada baiknya Anda berjalan-jalan sebentar guna melancarkan sistem pencernaan. Lagipula, berjalan kaki setelah makan juga dapat membantu meningkatkan penyerapan kadar glukosa ke dalam otot sehingga glukosa di dalam darah akan menurun.
- Mengurangi gejala osteoporosis. Berjalan kaki selama 30 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu dapat mencegah dan mengurangi keropos tulang. Berjalan kaki yang menggunakan 95% otot tubuh akan membuat tulang lebih kuat untuk menahan beban tubuh. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis.
- Mengelola stres. Saat berjalan kaki, tubuh akan melepaskan hormon endorphin atau hormon pemicu rasa bahagia. Hormon ini dapat membuat suasana hati lebih baik serta mengurangi kecemasan dan depresi, yang dapat membuat jantung lebih kuat.
- Memperbaiki kualitas tidur. National Sleep Foundation menyebutkan bahwa berjalan cepat di sore hari akan membuat tidur lebih nyenyak. Para ahli mengatakan bahwa berjalan kaki akan meningkatkan hormon serotonin yang memebuat anda akan merasa lebih nyaman. Akan tetapi hindari berjalan kaki dua jam sebelum tidur. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopohgopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.
- Menormalkan tekanan darah. Menormalkan tekanan darah, saat terjadi tekanan darah tinggi dengan berolahraga jalan kaki tekanan darah akan turun, dan sebaliknya jika tekanan darah sedang rendah maka olahraga akan menaikannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa rata-rata tekanan darah setelah melakukan jalan kaki 10 menit terjadi penurunan sebersar 10 poin yang berarti terjadi penurunan sebesar 10 mmHg. Terapi jalan kaki dapat dijadikan alternatif sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah.
- Pencegah thrombosis koroner. Penelitian ilmiah menunjukan bahwa berolahraga dapat membuka pembuluh darah sehingga melancarkan laju darah.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jalan kaki mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh maka sangat direkomendasikan agar kita rutin melakukan kegiatan ini minimal 3 kali dalam seminggu untuk menghindari hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya yang sudah di uraikan diatas dan selalu menjaga pola hidup sehat.
Refrensi :
Daulay, D,E., Priono, Joko. (2023). Manfaat olahraga jalan kaki di jalan tanjakan. AfoSJ-LAS (All Fields Of Science Journal Liaison Academia And Society, 3(2), 221-228.
Hasibuan, Rosmaini. (2010). Terapi sederhana menekan gejala penyakit degeneratif. Jurnal ilmu keolahragaan, 8(2), 78-93.
Astari, Ruri, Y., Nurlaela, Ade, R. (2020). Pengaruh terapi jalan kaki 10 menit terhadap tekanan darah pada primigravida. Jurnal abdibas 1(2), 64-69.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). 5 manfaat jalan kaki untuk kesehatan jantung.
