Book a Call

Edit Template

Book a Call

Edit Template

Pola Pengasuhan Yang Ideal Terhadap Bayi dan Balita

Pengasuhan merupakan sebuah tindakan, peran,dan komunikasi yang dilaksanakan oleh orang dewasa untuk membangun pertumbuhan perkembangan anak. Sudah seharusnya orang tua muncul dalam pengasuhan anaknya sebagai sosok sentral. Relasi antara orang tua dan anak yang hangat, bersahabat, serta ramah akan menjadikan merasa nyaman dan aman dan berlanjut hingga generasi berikutnya.

Secara umum pola asuh di bagi menjadi 3 bagian, antara lain :

  1. Pengasuhan secara demokratis atau otoritatif. Orang tua harus mampu menahan perilaku anak-anak mereka dan mengontrolnya. Anak – anak dapat memiliki kemampuan untuk memilih dan melakukan aktivitas yang disepakati ketika orang tua dan anak-anak selalu berkomunikasi tentang aktivitas mereka. Orang tua yang menggunakan pendekatan pengasuhan otoritarif ini mempengaruhi anak – anak mereka untuk lebih terlibat dengan orang lain, menunjukan tanda-tanda kemandirian, dan memiliki kendali diri atas emosi mereka, akibatnya anak-anak lebih siap menghadapi masalah yang muncul dalam hidup mereka.
  1. Pola asuh otoriter. Gaya pengasuhanotoriter lebih menekankan pada orang tua yang menghargai kapatuhan untuk membesarkan anak-anak mereka sesuai dengan cita-cita mereka, cenderung menetapkan batasan, dan bersikeras agar anak mereka mematuhi semua arahan orang tua. Dengan demikian, pola asuh otoriter kurang mendukung otonomi anak tetapi dapat melibatkan partisipasi yang tinggi atau di sisi lain, hampir tidak ada sama sekali. Anak yang menggunakan pola asuh otoriter ini menunjukan kurang kesenangan, takut melakukan kesalahan, rasa rendah diri, dan kampuan komunikasi yang buruk.
  1. Pola pengasuhan permisif. Orang tua yang permisif mungkin terlalu memanjakan anaknya,tetapi bagaimanapun juga, orang tua tidak secara aktif mengkomunikasikan pedoman, aturan, dan batasan penting kepada anak-anaknya. Sikap permisif jelas menunjukan kurangnya struktur dan panduan, dan menyiratkan kurangnya keterlibatan konstruktif, meskipun beberapa orang tua permisif sangat terlibat dengan anak-anaknya dan memberikan apa yang diinginkan oleh anaknya.

Selain 3 pola asuh tersebut, terdapat juga pola asuh secara langsung yang bisa dilakukan oleh orang tua, yaitu :

  1. Memberikan kasih sayang. Pastikan anak anda untuk mendapatkan semua kasih sayang, tidak sungkan untuk memuji, memberikan perhatian, ini akan membuat anak paham bagaimana orang tuanya mencintainya.
  2. Ajari Anak Bagaimana Mengatur Emosinya. Pada umur 1 hingga 4 tahun, biasanya terjadi tantrum pada anak, hal ini dikarenakan anak belum bisa merespon atau mengungkapkan secara langsung maksud tujuan hatinya dengan kata-kata sehingga terjadinya ledakan emosi pada anak.  Ibu bisa mengupayakan anak untuk tahu bagaimana cara mengatur emosinya, sehingga ibu bisa mengurangi frekuensi kemarahan emosi pada anak dengan cara melakukan komunikasi dengan anak dan mengingatkan anak mengungkapkan prasaanya dengan kata-kata.
  1. Mengajak anak untuk bermain sehingga menstimulus kemampuan berpikir dan motoriknya. Kemampuan motorik dan berpikir pada anak dapat membantu kemandirian anak, dengan kemampuan motorik yang baik, anak bisa melakukan hal keseharian seperti menggunakan sendok dan hal lain dalam merawat dirinya sendiri. Selain itu aspek sosial pada anaknya perlu dikembangkan sedini mungkin supaya anak tidak minder, pemalu, mau bergaul dengan temannya, dan mau berkomunikasi dengan temannya.
  1. Memberikan contoh yang baik. Segala hal yang dilakukan orang dewasa secara tidak langsung memberikan contoh kepada anak, hal baik maupun hal yang buruk akan ditiru oleh anak, karena dalam masa tersebut apa yang dilihat maka itu akan menjadi hal yang akan dilakukan anak.
  1. Menghindari penggunaan gadget yang berlebihan. Pada dasarnya orang tualah yang mengenalkan gadget pada anaknya dan banyak anak yang terpapar gadget sebelum bisa berbicara dan membaca. Dampak yang dihasilkan dari penggunaan gadget sejak dini yaitu terganggunya perkembangan sosial anak, kehilangan konsentrasi, mengganggu kesehatan mata, dan mempengaruhi perilaku anak.

Refrensi

Uliasari, I, N., Purnomosidi, F. (2023). Sosialisasi Parenting anak pada ibu-ibu PKK dukuh sambiroto, desa sindo kabupaten boyolali. Batara Wisnu Journal. 3(3), 2797-9717.

Siregar, I, S. (2022). Dampak penggunaan gadget pada anak usia dini studi kasus pada anak usia dini desa siolip. Jurnal pendidikan islam anak usia dini. 2(1), 140-153.

Sunaengsih, C., Karlina, D, A., Maulana. (2020). Penyuluhan mengenai pentingnya parenting dalam membentuk karakter anak. Jurnal Pasca Dahrma pengabdian masyarakat. 1(1), 10-15.

Khoiruzzadi, M., Barokah, M., Kamila, A. (2020). Upaya guru dalam memaksimalkan perkembangan kognitif, sosial dan motorik anak usia dini. Jurnal of early childhood education and development. 2(1), 40 – 51.

Bagikan

Artikel Terbaru

humas2025

humas2025

Penulis

Contact Detail

Akses Cepat

Center of Excellence

Dokter Kami

Rawat Jalan

Rawat Inap

Promo Kesehatan

© 2025 Created with RS Islam Yatofa