Angka kematian ibu (AKI) dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 jauh dari targer 75 % dan fakta-nya di lapangan bahwa angka kematian ibu naik turun. Penyebab secara tidak langsung kematian ibu yaitu rendahnya status gizi ibu hamil, 4 terlalu yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, terlalu banyak, dan kondisi 4 terlambat yaitu terlambat mengenali tanda bahaya, terlambat mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas rujukan, dan terlambat memperoleh kualitas pelayanan yang memadai. Beberapa risiko bahaya yang mungkin terjadi selama proses persalinan dapat membuat ibu meninggal dunia, oleh karena itu, pentingnya mengetahui dan membuat persiapan selama proses persalinan, terutama dengan rutin periksa ke dokter dan fasilitas layanan kesehatan lainnya.
Berikut beberapa tanda bahaya pada saat persalinan dan segera bawa ibu hamil ke Rumah Sakit, Puskesmas, Dokter dan Bidan bila dijumpai keluhan dan tanda-tanda di bawah ini :
- Janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya
- Muntah terus dan tidak mau makan
- Demam tinggi
- Air ketuban keluar sebelum waktunya
- Pendarahan pada hamil muda dan hamil tua
- Bengkak kaki, tangan dan wajah, atau sakit kepala disertai kejang
- Terasa sakit pada saat kencing atau keluar keputihan atau gatal-gatal di daerah kemaluan
- Sulit tidur dan cemas berlebihan
- Jantung berdebar-debar atau nyeri di dada
- Diare berulang
- Batuk lama lebih dari 2 minggu
- Demam, menggigil dan berkeringat. Bila ibu berada di daerah endemis malaria, menunjukan adanya gelaja penyakit malaria.
- Posisi janin sungsang
- Tekanan darah tinggi
Tanda – tanda bahaya melahirkan memang sudah ada sejak masa kehamilan, akan tetapi tanda-tanda tersebut kurang disadari oleh ibu hamil karena bersifat biasa saja dalam menyikapi penyakit yang di deritanya. Oleh karena itu penting untuk rutin ke Rumah Sakit, Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya untuk memeriksakan kehamilannya supaya janin sehat dan ibu selamat.
Refrensi
Inayah, H, K. (2020). Pengetahuan lokal ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan di kota Banjarmasin. Jurnal Midwifery and Reproduction, 4(1), 21 -29.
Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
