Puasa merupakan ibadah wajib bagi umat muslim. Pada bulan Ramadhan puasa dilaksanakan mulai terbit fajar sampai terbenam matahri. Hal ini akan mempengaruhi pola makan kita yang nantinya akan mempengaruhi proses fisiologis organ tubuh. Agar tubuh tetap fit saat menjalankan puasa pada bulan ramadhan, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang pada saat sahur dan berbuka. Ini dia tips berpuasa agar tubuh menjadi sehat saat berpuasa : Minum air putih 8 gelas perhari agar tetap terhidrasi. Pada saat sahur dan berbuka dianjurkan untuk minum air putih sebanya 8 gelas sehari guna terhindar dari dehidrasi selama melaksanakan ibadah puasa pada bulan ramadhan. Minum banyak cairan, serta mengkonsumsi makanan kaya cairan, seperti buah, sayuran, yogurt, sup, semur dan lainnya sangat penting untuk menggantikan cairan yang hilang di siang hari. Jumlah cairan yang dibutuhkan tergantung pada usia, jenis kelamin, iklim dan tingkat aktifitas. Orang dewasa, rata-rata, membutuhkan 2-3 liter air setiap hari. Kafein dalam kopi, teh dan soda menyebabkan peningkatan buang air kecil, jadi sebaiknya membatasi selama setelah buka puasa. Mengapa ini penting karena tubuh manusia sekitar 60% air sangat penting untuk fungsi tubuh, termasuk metabolisme dan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh dan membuangnya melalui urin dan keringat. Pola makan saat berbuka puasa dan saat sahur. Penting untuk tidak berlebihan saat makan selama bulan Ramadhan. Mengkonsumsi banyak makanan gorengan dan makanan manis yang banyak dapat menyebabkan bertambahnya berat badan selama Ramadhan. Ketika pertama kali berbuka puasa dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi cairan, rendah lemak, makanan kaya akan cairan dan makanan yang mengandung beberapa gula alami untuk memperoleh energi seperti kurma dan lainya dan menghindari mengkonsumsi banyak makanan atau minuman dengan gula tambahan. Untuk sahur, perbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah dan sayur, serta hindari makanan yang tinggi minyak karena akan menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan kantuk di siang hari. Aktifitas fisik minimal selama 30 menit. Meskipun sedang berpuasa, aktivitas fisik masih sangatlah penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Menjaga pola tidur. Jika harus melakukan persiapan untuk sahur dan bangun di pagi hari, maka hindari tidur terlalu malam untuk keperluan yang tidak terlalu penting untuk tetap menjaga badan bugar dan sehat saat di pagi hari. Inilah tips sehat selama bulan ramadhan agar tubuh kita tetap terjaga dengan menerapkan 4 tips sehat selama bulan puasa. Diharapkan kita mampu untuk menerapkan pola hidup sehat selama berpuasa Refrensi : Cleveland Clinic Abu Dhabi. Diakses pada 2025. 3 simple tips to stay healthy during ramadan. British Nutrition Foundation. Diakases pada 2025. A healthy ramadan. UPK Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2025. 5 Tips sehat selama bulan ramadan. Hasni, D., Jelmila, S.R., Liana, N., Ruhsyahadat. (2023). Edukasi pola makan gizi seimbang di bulan ramadhan. Jurnal Pengabdian masyarakat kesehatan, 1(2), 3025-7700.
Melihat Fakta dan Mitos Tentang Imunisasi
Efek samping yang ditimbulkan dari imunisasi hanya berupa efek yang ringan seperti demam, sakit kepala, lemas atau rasa tidak enak badan namun kasus tersebut dapat membaik secara cepat melalui pengobatan untuk mengurangi gejala yang timbul. Kejadian ikutan pasca imunisasi tidak selalu terjadi pada setiap orang yang diimunisasi. Imunisasi adalah upaya pencegahan penyakit menular dengan memberikan vaksin sehingga terjadi imunitas kekebalan terhadap penyakit tersebut sedangkan vaksin itu sendiri adalah jenis bakteri atau virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan guna merangsang sistem imun atau kekebalan dengan membentuk antibodi di dalam tubuh, antibodi ini juga yang melindungi tubuh di masa yang akan datang. Jadi secara garis besar Imunisasi adalah proses pembentukan antibodi atau kekebalan dalam tubuh kita. MITOS DAN FAKTANYA TENTANG BAHAYA IMUNISASI Lahirnya mitos tentang imunisasi bukan tanpa alasan, hal ini merupakan kasus yang muncul setelah terjadinya pemberian imunisasi pada anak, inilah yang menjadi dasar penyebab timbulnya mitos tentang imuniasi sehingga terjadinya keresehan pada orang tua. Berikut beberapa mitos dan fakta tentang imunisasi : Apakah Imunisasi menyebabkan Autisme ?. Rumor tentang autisme dan vaksin MMR ( Mumps measles rubella) untuk mencegah penyakit gondongan (mumps ), Campak (measles) dan Rubela. Dari beberapa penelitian yang dilakukan dan pernyataan WHO menyatakan bahwa Vaksin MMR dan Autisme tidak memiliki hubungan korelatif maupun kausatif dengan Autisme pada anak-anak baik sebelum dan sesudah pemberian vaksin MMR. Vaksin menyebabkan kematian mendadak pada bayi. Pentingnya melakukan imunisasi untuk mencegah risiko tertular dan terserang penyakit infeksi menular yang berbahaya yang dapat mengakibatkan kecacatan permanen dan bahkan kematian. Mitosnya Vaksinasi DPT dapat menyebabkan kematian pada bayi atau SIDS Vaksin menyebabkan Autoimun. Kekhwatiran lain yang sering muncul terkait keselamatan yaitu kaitannya dengan vaksin dan autoimun. Kaitan ini telah diteliti secara ekstensif dengan penelitian epidemiologi terkait dengan gangguan autoimun yang menyatakan bahwa belum menemukan kaitanya dengan Imunisasi dengan autoimun. Pengawet yang digunakan dalam vaksin apakah aman ?. Kekhawatiran mengenai keamanan berbagai bahan vaksin termasuk bahan pengawetnya yaitu dua bahan yang paling sering digunakan yaitu Alumunium dan merkuri. Alumunium digunakan untuk meningkatkan kinerja dan khasiat sebuah vaksin serta meingkatkan respon imun sedangkan vaksin yang mengandung pengawet thimerosal ( pengawet berbahan merkuri ) berbeda dengan merkuri yang beracun meskipun bahannya mirip. Jadi dari penelitian yang telah dilakuakan pengawet pada vaksin aman dan tidak berbahaya. Apakah menerima banyak Vaksin dapat melemahkan sistem imun ?. Data epidemiologi dan imunologi membatah hal tersebut jika menerima vakisn banyak dapat melemahkan sistem imun karena tidak ditemukan hubungan yang mnerugikan untuk tubuh. Jadi bisa disimpulkan bahwa melakukan imunisasi tergolong aman untuk sistem kekebalan tubuh anak akan tetapi pemberian imunisasi berlandasan jadwal dan saran dari dokter atau petugas kesehatan yang memberikan imunisasi. Sedangkan unntuk bahaya imunisasi pada dasarnya hanya efek sementara yang ditimbulkan atau reaksi tubuh seperti demam ringan dan rasa tidak nyaman pada anak. Meskipun hal tersebut terjadi jangan ragu untuk melakukan imunisasi karena mempunyai efek yang sangat baik untuk anak anda. Referensi : Geoghegan, S., et al. (2020). Vaccine Safety: Myths and Misinformation. Frontiers in Microbiology, 11, pp. 372. Souvriyanti, E., et al. (2004). Hubungan Vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR) Dengan Kejadian Autisme. Sari Pediatri, 6 (1), 2-9. Noor A., Tehsin, A., et al. (2024). Vaccination and Immunization : Myths, Facts and Controversies. A Publication of Unique Scientific Publishers, 56, pp. 497-502. Sriatmi, Ayun., et al. (2023). Buku Saku Mengenal Imunisasi Rutin Lengkap. Semarang : FKM UNDIP Press.
Malnutrisi Pada Balita
Malnutrisi yaitu ketika tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi. Penyebabnya berupa pola makan yang buruk, kondisi pencernaan, atau penyakit lain.Kejadian gizi buruk perlu di deteksi sejak dini melalui identifikasi pemantauan pertumbuhan dan identifikasi faktor risiko yang erat dengan kejadian luar biasa gizi seperti campak dan diare melalui kegiatan pengamatan dan pengumpulan data. Dampak gizi buruk yang diakibatkan oleh malnutrisi ini adalah kematian pada umur yang sangat dini. Pasien-pasien yang masuk ke rumah sakit dalam kondisi status gizi buruk juga semakin meningkat, umumnya pasien-pasien tersebut adalah balita. Salah satu tanda gizi buruk balita adalah berat badan balita di bawah garis merah dalam buku KMS balita. Masalah gizi buruk balita merupakan masalah yang sangat serius, apabila tidak ditangani secara cepat dan cermat dapat berakhir dengan kematian. Faktor penyebab gizi buruk terdiri atas penyebab langsung dan tak langsung, adapun penyebab tak langsung seperti kurangnya jumlah dan kualitas makanan yang di konsumsi, menderita penyakit infeksi, cacat bawaan, menderita penyakit kanker. Dan faktor penyebab secara langsung adalah ketersediaan pangan rumah tangga, perilaku dan pelayanan kesehatan lainnya. Selain itu, penyebab utama malnutrisi adalah kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, bencana alam dan bencana non alam, rendahnya akses ke pelayanan kesehatan. Pada anak, jarak kelahiran yang terlalu dekat dapat meningkatkan risiko berat lahir rendah, asfiksia, kematian neonatal, malnutrisi. Pada infeksi kronis berulang seperti diare, penyakit infeksi saluran pernapasan dan demam meningkatkan risiko malnutrisi. Jumlah kalori tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh untuk beraktifitas dan tumbuh kembang, keadaan tersebut juga bisa menyebabkan malnutrsi. PENCEGAHAN GIZI BURUK Gizi buruk bisa dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut ini : Memberikan makanan bergizi lengkap dan seimbang sesuai kebutuhan anak. Menerapkan pola asuh yang baik. Memberikan ASI eksklusif hingga usia anak 6 bulan, dilanjutkan dengan memberikan MPASI yang bergizi lengkap dan seimbang. Mengukur tinggi dan berat badan anak secara berkala. Membawa anak untuk segera berobat bila terkena penyakit infeksi. Refrensi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Pedoman Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita. Liansyah, T,M. (2015). Malnutrisi Pada Anak. Jurnal Universitas Syiah Kuala. 2(1), 1 – 10. Kuntari, T., Jamil, N, A., Kurniati, O. (2013). Faktor Risiko Malnutrisi Pada Balita. Jurnal Kesmas. 2 (8), 572 – 576.
Makanan Berprotein Tinggi Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
Setiap hari kita memerlukan makan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada tubuh, selain itu, setelah makan kita akan memiliki energi untuk melakukan aktivitas, diperlukan adanya asupan makanan yang sehat dan bergizi, sehingga makanan tersebut akan mudah dicerna dan mendapatkan manfaat bagi tubuh kita. Kebutuhan protein seseorang dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti berat badan, jenis kelamin, usia, dan kondisi kesehatan lainnya. Dalam menjaga kesehatan tubuh, salah satu aspek yang penting yaitu mengkonsumsi makanan berprotein tinggi. Protein sangat vital dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, mengatur fungsi enzim dan hormon, serta menjaga kekebalan tubuh agar menjadi kuat. Protein memiliki fungsi bagi tubuh sebagai berikut : Membentuk jaringan pada masa pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Memelihara jaringan tubuh, memperbaiki serta mengganti sel-sel yang rusak atau mati. Menyediakan asam amino yang diperlukan bagi tubuh. Sebagai pembentuk antibodi yang membantu mengidentifikasi dan membantu menghancurkan antigen bakteri dan virus yang masuk dalam tubuh. Pengatur proses-proses dalam tubuh, misalnya hormon insulin. Melindungi tubuh dari zat-zat asing, misalnya antibodi yang mengadakan perlawanan terhadap masuknya molekul asing (antigen) ke dalam tubuh. Protein bersumber dari protein hewani dan protein nabati. Protein hewani. Protein hewani merupakan protein yang diperoleh dari hewan. Protein hewani mengandung asam amino yang lebih lengkap dari pada protein nabati. Berikut contoh protein hewani. Daging ayam. Dada ayam tanpa kulit yang dimasak (174 gram) mengandung 56 gram protein. Ini setara dengan 32 gram protein per 100 gram, dada ayam menyumbang protein yang paling tinggi untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Daging sapi. Daging sapi juga memiliki tinggi kandungan protein, namun yang perlu diingat yaitu untuk memilih daging sapi yang rendah lemak, selain menjadi sumber protein yang baik, daging sapi juga mengandung vitamin B dan berbagai mineral seperti zat besi, selenium dan fosfor yang sangat penting bagi tubuh. Telur. Telur adalah sumber protein yang relatif murah. Selain itu juga telur mengandung choline, zat yang diperlukan oleh tubuh supaya tetap sehat terutama untuk perkembangan otak dan memori.Telur mengandung berbagai nutrisi penting; protein, vitamin A, D, E, dan B, fosfor dan zinc. Kadar lemak dan kalori rendah. Satu butir telur hanya mengandung 71 cal. Ikan. Ikan adalah salah satu opsi yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein Anda. Terdapat berbagai jenis ikan, baik air laut maupun air tawar, yang kaya akan protein dan mengandung asam lemak omega-3. Udang. Protein udang mengacu pada kandungan protein yang terdapat dalam udang. Udang merupakan sumber protein hewani yang kaya nutrisi. Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan, pemeliharaan jaringan, dan fungsi tubuh lainnya. Udang dikenal sebagai sumber protein hewani yang rendah lemak. Mereka juga mengandung sejumlah kecil lemak sehat, termasuk omega-3. Selain itu, udang juga mengandung vitamin dan mineral seperti selenium, vitamin D, vitamin B12, dan yodium. Penting untuk memasukkan sumber protein berkualitas dalam pola makan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Konsumsi protein udang sebagai bagian dari diet seimbang dapat memberikan manfaat nutrisi yang beragam. Susu dan produk olahan. Susu, keju, dan yoghurt adalah produk olahan susu yang kaya akan protein, kalsium, dan vitamin D. Ketika mencari asupan protein yang optimal, pilihlah produk susu rendah lemak. Produk susu rendah lemak memiliki kandungan protein yang tinggi. Dalam satu gelas susu rendah lemak, biasanya terdapat sekitar 11 gram protein dan 2,5 gram lemak. Ini membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Protein nabati. Protein nabati merupakan protein yang diperoleh dari tumbuhan. Kandungan asam amino protein nabati kurang lengkap dibandingkan dengan kandungan asam amino protein hewani. Contoh dari protein nabati sejenis kacang-kacangan yaitu sebagai berikut : Tahu dan tempe. Makanan yang kaya akan protein adalah tahu dan tempe. Tahu dan tempe, yang terbuat dari kedelai, mengandung sekitar 8 gram protein dan 76 kalori per buahnya. Nilai gizi yang tinggi, tahu dan tempe juga memiliki beberapa keunggulan lain. Pertama, tahu dan tempe merupakan makanan yang terjangkau secara finansial, sehingga cocok bagi berbagai kalangan masyarakat. Selain itu, tahu dan tempe juga mudah diolah menjadi berbagai masakan dan camilan yang lezat, seperti tahu dan tempe goreng, tahu dan tempe pedas, pepes tahu dan tempe, atau tumis tahu dan tempe. Brokoli. Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki kandungan protein nabati yang cukup tinggi. Dalam 100 gram brokoli, terdapat sekitar 2,8 gram protein. Selain protein, brokoli juga kaya akan serat, kalium, vitamin C, dan vitamin K, yang memberikan manfaat kesehatan yang tak kalah penting. Kacang-kacangan. Kacang-kacangan yang berpotensi untuk menambah zat gizi dalam menu sehari-hari. Kacang-kacangan merupakan salah satu bahan makanan sumber protein dengan nilai gizi yang tinggi yaitu 20-25 g/100g, vitamin B, mineral, dan serat yang bagus. Mengingat bahwa fungsi protein bagi tubuh sangatlah penting dan memastikan makanan dengan protein tinggi untuk dapat masuk dalam menu makanan harian kita, sehingga tubuh dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan terhindar dari serangan penyakit yang membuat tubuh kita menjadi sehat. Refrensi Pasla, B, N. (2024). 15 makanan berprotein tinggi untuk menjaga kesehatan tubuh. Diakses pada 13 January 2025 dari https://bams.jambiprov.go.id/15-makanan-berprotein-tinggi-untuk-kesehatan-optimal. Wahyuningsih, N., Martiningsih, S,T., Supriyanto, A. (2021). Makanan Sehat dan Bergizi. Yogyakarta: K-Media Ekafitri, R., Isworo, R. (2014). Pemanfaatan kacang-kacangan sebagai bahan baku sumber protein untuk pangan darurat. Jurnal Pangan, 134-142.
Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan
Angka kematian ibu (AKI) dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 jauh dari targer 75 % dan fakta-nya di lapangan bahwa angka kematian ibu naik turun. Penyebab secara tidak langsung kematian ibu yaitu rendahnya status gizi ibu hamil, 4 terlalu yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, terlalu banyak, dan kondisi 4 terlambat yaitu terlambat mengenali tanda bahaya, terlambat mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas rujukan, dan terlambat memperoleh kualitas pelayanan yang memadai. Beberapa risiko bahaya yang mungkin terjadi selama proses persalinan dapat membuat ibu meninggal dunia, oleh karena itu, pentingnya mengetahui dan membuat persiapan selama proses persalinan, terutama dengan rutin periksa ke dokter dan fasilitas layanan kesehatan lainnya. Berikut beberapa tanda bahaya pada saat persalinan dan segera bawa ibu hamil ke Rumah Sakit, Puskesmas, Dokter dan Bidan bila dijumpai keluhan dan tanda-tanda di bawah ini : Janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya Muntah terus dan tidak mau makan Demam tinggi Air ketuban keluar sebelum waktunya Pendarahan pada hamil muda dan hamil tua Bengkak kaki, tangan dan wajah, atau sakit kepala disertai kejang Terasa sakit pada saat kencing atau keluar keputihan atau gatal-gatal di daerah kemaluan Sulit tidur dan cemas berlebihan Jantung berdebar-debar atau nyeri di dada Diare berulang Batuk lama lebih dari 2 minggu Demam, menggigil dan berkeringat. Bila ibu berada di daerah endemis malaria, menunjukan adanya gelaja penyakit malaria. Posisi janin sungsang Tekanan darah tinggi Tanda – tanda bahaya melahirkan memang sudah ada sejak masa kehamilan, akan tetapi tanda-tanda tersebut kurang disadari oleh ibu hamil karena bersifat biasa saja dalam menyikapi penyakit yang di deritanya. Oleh karena itu penting untuk rutin ke Rumah Sakit, Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya untuk memeriksakan kehamilannya supaya janin sehat dan ibu selamat. Refrensi Inayah, H, K. (2020). Pengetahuan lokal ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan di kota Banjarmasin. Jurnal Midwifery and Reproduction, 4(1), 21 -29. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dampak Pola Makan Tidak Sehat Terhadap Risiko Penyakit Jantung
Peyakit jantung koroner dapat dicegah dengan menghidari semua faktor risiko PJK. PJK dapat di cegah dengan mengontrol kadar kolestrol, pola makan yang baik, aktivitas fisik yang cukup, tidak merokok, mengontrol hipertensi mengontrol gula darah, serta pola hidup yang sehat. Pencegahan PJK akan lebih efektif apabila dilakukan dengan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh gabungan anatara genetik dan faktor gaya hidup. Jantung koroner dapat dipengaruhi oleh berbagai gaya hidup yang tidak sehat yang dapat merusak lapisan endotel pembuluh darah koroner. Pola makan yang tidak sehat dapat memiliki dampak serius pada risiko penyakit jantung. Beberapa dampak negatif dari pola makan tidak sehat terhadap penyakit jantung meliputi: Obesitas. Sebagaian besar orang yang obesitas memiliki lemak yang terletak di dalam rongga perut yang lebih banyak dibandingkan dengan lemak yang berada di pinggul dan paha. Hal ini dapat menyebabkan orang yang obesitas memiliki risiko yang lebih besar untuk PJK dan diabetes. Obesitas sering didapatakan bersamaan dengan hipertensi, DM, dan memiliki terlalu banyak lemak di dalam darah. Obesitas ini dapat meningkatkan kadar kolestrol. Penyakit Kolesterol. Kadar kolesterol yang meninggi akan menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah sehingga kadar kolesterol lebih tinggi dapat menyebabkan terjadinya resiko PJK. Tekanan Darah Tinggi. Peningkatan tekanan darah merupakan beban yang berat untuk jantung, sehingga menyebabkan penebalan dinding jantung yang menyebabkan otot jantung bekerja sangat keras hingga bisa menyebabkan terjadinya PJK. Diabetes Tipe 2. Pola hidup sehat antara lain mengurangi konsumsi yang teratur dari makanan maupun minuman dengan kadar gula yang tinggi serta rajin melakukan olahraga sebagai bentuk aktifitas fisik, serta mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok. Intoleran terhdapat glukosa sejak dulu telah diketahui sebagai faktor terjadinya PJK. Faktor lainnya yang mempengaruhi terjadinya PJK adalah Merokok. Pada saat ini merokok telah dimasukan sebagai salah satu faktor resiko utama PJK disamping hipertensi dan hiperkolesterolami. Orang yang merokok lebih dari 20 batang perhari dapat mempengaruhi atau memperkuat efek dua faktor utama resiko lainnya. Penelitian menunjukan kematian mendadak akibat dari PJK pada laki-laki perokok 10x lebih besar. Dengan memperhatikan pola makan yang sehat, termasuk mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, biji-bijian utuh, protein sehat, dan lemak sehat serta mengurangi konsumsi gula, garam, lemak jenuh, dan kolesterol, Anda dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan jantung Anda secara keseluruhan. Refrensi : Pratiwi, S, H., Sari, E,A., Mirwanti, R. (2018). Faktor resiko penyakit jantung koroner pada masyarakat pangandaran.. jurnal keperawatan BSI, 6(2), 176 – 183. Kirana, G,R., Nugraheni, R., Purnamasari, V, D., Shofi, M. (2023). Edukasi diet sehat untuk mengurangi resiko penyakit jantung koroner pada siswa SMAN 3 Kota Kediri. Jurnal pengabdian KITA, 6(1), 31-32. Zuraida, R. (2015). Faktor risiko pola makan dan hubungannya dengan penyakit jantung pada pria dan wanita dewasa di provinsi lampung. Jurnal juke unila, 5(9), 18 – 22. Yulia, F., Oenzil, F., Iryani, D. ( 2014 ). Hubungan berbagai faktor risiko terhadap kejadian penyakit jantung koroner pada penderita DM Tipe 2. Jurnal Fk Unand, 3(1), 37 40. Djohan, T, B,A. (2004). Penyakita Jantung koroner dan hypertensi. Jurnal e-USU Repsository, 1- 7.
Kasus DBD Meningkat Saat Musim Hujan ?, Berikut Cara Pencegahan DBD Saat Musim Hujan
PKRS RSI YATOFA, EDISI 2, BULAN JANUARI 2025 Kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) memang sering terjadi saat musim hujan karena kondisi lingkungan yang lebih ideal bagi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit. Semakin meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas di tingkat primer dan rujukan disertai dengan perilaku masyarakat untuk segera mencari pelayanan kesehatan diharapkan dapat mendorong tercapainya nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Kasus dengue dapat di temukan seluruh kota dan kabupaten di Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan jumlah kasus mencapai 3.562 pada tahun 2022 ( Data rutin Kementerian Kesehatan Tahun 2022). Di bawah ini berikut cara pencegahan Demam berdarah dengue saat musim hujan dengan 3M Plus : Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin Menutup rapat semua tempat penyimpanan air Memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomis ( daur ulang ) Plus Mencegah gigitan dan perkembang biakan nyamuk Selain melakukan hal yang diatas perlu juga untuk melakukan mencegah gigitan dan perkembanganbiakan nyamuk, diantaranya : Menggunkan obat anti nyamuk Lakukakan vaksin BDB Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama Hias rumah dengan tanaman anti nyamuk alami seperti serai wangi atau lavender Gunakan pakaian tertutup saat keluar rumah Menjaga daya tahan tubuh Pangkas dan bersihkan tanaman liar di perkarangan rumah Pasang kasa dan kelambu nyamuk Salah satu strategi nasional penanggulangan dengue tahun 2021 – 2025 yaitu peningkatan perlibatan masyarakat yang berkesinambungan yang artinya meningkatkan pemahaman dan perilaku masyarakat yang berkesinambungan tentang vektor dengue, gejala dan tanda bahaya penyakit DBD serta kesehatan lingkungan secara umum dan melakukan kolaborasi dengan LSM peduli lingkungan, organisasi masyarakat, dan komunitas dalam pencegahan dengeu. Pengobatan penyakit DBD sampai saat ini tidak ada obat yang spesifik untuk memberantasnya. Pengobatan ditunjuk untuk mengatasi akibat perdarahan atau syok dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita serta terapi simtomatis untuk mengurangi gelaja dan keluhan penderita. Untuk gejala DBD meliput : Dema mendadak tinggi Nyeri kepala Menggigil mual dan muntah Tidak nafsu makan Timbul bintik merah Mimisan Nyeri badan Kapan harus ke Dokter ? jika mengalami : Jika demam > 3 hari Jika muntah terus menerus Jika gusi berdarah Jika nyeri perut hebat Jika muntah darah Jika BAB berdarah Selain kita mengetahui gejala dan kapan harus ke Dokter, kita juga perlu untuk mengenali tahap penularan Demam Berdarah Dengue (DBD), meliputi : Nyamuk Aedes menggigit orang yang terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) Nyamuk Berkembang biak di genangan Air Nyamuk Pembawa Virus Dengue semakin banyak Nyamuk pembawa virus Dengue menggigit orang sehat. 3M Plus bisa memberikan dampak yang positif bagi manusia dan lingkungan. Stimulus pengetahuan yang baik mengenai pentingnya praktek 3M Plus yang penting sebagai upaya mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pola Pengasuhan Yang Ideal Terhadap Bayi dan Balita
Pengasuhan merupakan sebuah tindakan, peran,dan komunikasi yang dilaksanakan oleh orang dewasa untuk membangun pertumbuhan perkembangan anak. Sudah seharusnya orang tua muncul dalam pengasuhan anaknya sebagai sosok sentral. Relasi antara orang tua dan anak yang hangat, bersahabat, serta ramah akan menjadikan merasa nyaman dan aman dan berlanjut hingga generasi berikutnya. Secara umum pola asuh di bagi menjadi 3 bagian, antara lain : Pengasuhan secara demokratis atau otoritatif. Orang tua harus mampu menahan perilaku anak-anak mereka dan mengontrolnya. Anak – anak dapat memiliki kemampuan untuk memilih dan melakukan aktivitas yang disepakati ketika orang tua dan anak-anak selalu berkomunikasi tentang aktivitas mereka. Orang tua yang menggunakan pendekatan pengasuhan otoritarif ini mempengaruhi anak – anak mereka untuk lebih terlibat dengan orang lain, menunjukan tanda-tanda kemandirian, dan memiliki kendali diri atas emosi mereka, akibatnya anak-anak lebih siap menghadapi masalah yang muncul dalam hidup mereka. Pola asuh otoriter. Gaya pengasuhanotoriter lebih menekankan pada orang tua yang menghargai kapatuhan untuk membesarkan anak-anak mereka sesuai dengan cita-cita mereka, cenderung menetapkan batasan, dan bersikeras agar anak mereka mematuhi semua arahan orang tua. Dengan demikian, pola asuh otoriter kurang mendukung otonomi anak tetapi dapat melibatkan partisipasi yang tinggi atau di sisi lain, hampir tidak ada sama sekali. Anak yang menggunakan pola asuh otoriter ini menunjukan kurang kesenangan, takut melakukan kesalahan, rasa rendah diri, dan kampuan komunikasi yang buruk. Pola pengasuhan permisif. Orang tua yang permisif mungkin terlalu memanjakan anaknya,tetapi bagaimanapun juga, orang tua tidak secara aktif mengkomunikasikan pedoman, aturan, dan batasan penting kepada anak-anaknya. Sikap permisif jelas menunjukan kurangnya struktur dan panduan, dan menyiratkan kurangnya keterlibatan konstruktif, meskipun beberapa orang tua permisif sangat terlibat dengan anak-anaknya dan memberikan apa yang diinginkan oleh anaknya. Selain 3 pola asuh tersebut, terdapat juga pola asuh secara langsung yang bisa dilakukan oleh orang tua, yaitu : Memberikan kasih sayang. Pastikan anak anda untuk mendapatkan semua kasih sayang, tidak sungkan untuk memuji, memberikan perhatian, ini akan membuat anak paham bagaimana orang tuanya mencintainya. Ajari Anak Bagaimana Mengatur Emosinya. Pada umur 1 hingga 4 tahun, biasanya terjadi tantrum pada anak, hal ini dikarenakan anak belum bisa merespon atau mengungkapkan secara langsung maksud tujuan hatinya dengan kata-kata sehingga terjadinya ledakan emosi pada anak. Ibu bisa mengupayakan anak untuk tahu bagaimana cara mengatur emosinya, sehingga ibu bisa mengurangi frekuensi kemarahan emosi pada anak dengan cara melakukan komunikasi dengan anak dan mengingatkan anak mengungkapkan prasaanya dengan kata-kata. Mengajak anak untuk bermain sehingga menstimulus kemampuan berpikir dan motoriknya. Kemampuan motorik dan berpikir pada anak dapat membantu kemandirian anak, dengan kemampuan motorik yang baik, anak bisa melakukan hal keseharian seperti menggunakan sendok dan hal lain dalam merawat dirinya sendiri. Selain itu aspek sosial pada anaknya perlu dikembangkan sedini mungkin supaya anak tidak minder, pemalu, mau bergaul dengan temannya, dan mau berkomunikasi dengan temannya. Memberikan contoh yang baik. Segala hal yang dilakukan orang dewasa secara tidak langsung memberikan contoh kepada anak, hal baik maupun hal yang buruk akan ditiru oleh anak, karena dalam masa tersebut apa yang dilihat maka itu akan menjadi hal yang akan dilakukan anak. Menghindari penggunaan gadget yang berlebihan. Pada dasarnya orang tualah yang mengenalkan gadget pada anaknya dan banyak anak yang terpapar gadget sebelum bisa berbicara dan membaca. Dampak yang dihasilkan dari penggunaan gadget sejak dini yaitu terganggunya perkembangan sosial anak, kehilangan konsentrasi, mengganggu kesehatan mata, dan mempengaruhi perilaku anak. Refrensi Uliasari, I, N., Purnomosidi, F. (2023). Sosialisasi Parenting anak pada ibu-ibu PKK dukuh sambiroto, desa sindo kabupaten boyolali. Batara Wisnu Journal. 3(3), 2797-9717. Siregar, I, S. (2022). Dampak penggunaan gadget pada anak usia dini studi kasus pada anak usia dini desa siolip. Jurnal pendidikan islam anak usia dini. 2(1), 140-153. Sunaengsih, C., Karlina, D, A., Maulana. (2020). Penyuluhan mengenai pentingnya parenting dalam membentuk karakter anak. Jurnal Pasca Dahrma pengabdian masyarakat. 1(1), 10-15. Khoiruzzadi, M., Barokah, M., Kamila, A. (2020). Upaya guru dalam memaksimalkan perkembangan kognitif, sosial dan motorik anak usia dini. Jurnal of early childhood education and development. 2(1), 40 – 51.
5 Upaya Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat menjadi kunci utama dalam melawan infkesi virus maupun bakteri. Sistem imunitas yang baik dapat mengurangi resiko infeksi serta mempercepat pemulihan disaat tubuh terserang penyakit. Memahami dan mengimplementasikan pola hidup seimbang, yang mencangkup diet yang bergizi, aktifitas fisik yang teratur, dan tidur yang cukup berdampak positif terhadap sistem kekebalan tubuh pada manusia. Nutrisi yang tepat dapat memperkuat respon imun, sementara olahraga teratur dapat meningkatkan sirkulasi sel – sel imun pada tubuh. Cara untuk meningkatkan imunitas tubuh Mengkonsumsi makanan bergizi. Memastikan untuk mengkonsumi makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Seperti buah-buahan, sayuran, protein, dan karbohidrat dan menghindari makanan olahan, makanan tinggi gula, dan lemak jenuh. Memperbanyak konsumsi yoghurt, telur, kacang-kacangan yang kaya akan vitamin C, Vitamin D, Vitamin A, Vitamin B6 dan B12, dan Zinc. Olahraga Secara Teratur. Melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur sehingga sistem imunitas tubuh menjadi lebih baik. Tidur yang cukup. Tidur sangat penting untuk tubuh melakukan pemulihan sel-sel sehingga Kesehatan fisik dan mental menjadi lebih baik. Orang dewasa membutuhkan sekitar 7 – 8 jam setiap malam untuk tidur. Kurang tidur mengakibatkan lemahnya sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan resiko terkena penyakit. Mengelola Stres. Mencari cara yang tepat untuk mengelola stres agar terhindar dari melemahnya sistem imun tubuh, seperti melakukan aktifitas Keagamaan, Meditasi, olahraga, melakukan hal yang anda sukai untuk membuat diri anda Bahagia. Menghindari rokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. Berhenti merokok dan berhenti konsumsi minuman beralkohol untuk menjaga imunitas tubuh, karena yang kita ketahui hal tersebut dan melemahkan sistem imun tubuh. Selain memperkuat daya tahan tubuh dengan beragam cara di atas, juga perlu menerapkan pola hidup sehat lainnya, seperti berhenti merokok, mengurangi minum minuman beralkohol, hindari stress, minum air putih yang cukup, cukup tidur/istirahat, serta menjaga jarak fisik dari orang lain. Referensi : Pebriani, S., Marleni, L., Mardiah., Saputra, A., Widodo, S., Ameliantri, D., Kusfarini. (2022). Adukasi Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Di Masa Pandemi Covid – 19 Di RT 16 Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 01 – 07. Wibowo, A., Fernandez, A., Nugroho, M., Susanto, A., Dyah Dewi, L. (2024) Strategi Meningkatkan Imunitas Tubuh Melalui Pola Hidup Seimbang Dan Kesehatan Mental Pada Masa Pandemi Covid – 19. Student Research Journal, 2 (3), 50 – 56.
Cara Pemberiaan ASI Perah Pada Ibu Yang Bekerja
Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena kandungan zat gizinya yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan bayi. Pemberian ASI dikenal sebagai salah satu yang memberikan pengaruh paling kuat terhadap kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangan. Pengetahuan seorang ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif akan mempengaruhi sikap dan Tindakan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ibu yang bekerja cendrung jarang memberikan ASI eksklusif pada bayinya dan bebanding terbalik dengan ibu yang tidak bekerja (IRT). Cara Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Yang Bekerja Pemberian ASI secara eksklusif bagi bayi di Indonesia sejak bayi baru lahir sampai dengan bayi berumur 6 bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun dengan pemberian makanan tambahan yang sesusai. Adapun cara ibu pekerja memberikan ASI eksklusif antara lain : Mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin. Saat ibu menyusui nutrisi makanan yang ibu konsumsi turut mempengaruhi, nutrisi yang lengkap di dalam ASI juga akan mendung tumbuh kembang bayi, nah salah satu cara agar nutrisi tersebut terpenuhi maka ibu perlu mengkonsumsi buah dan sayur yang sehat seperti daun katuk dan alpukat. Rutin memerah ASI di rumah maupun di tempat kerja. Dengan rajin memerah ASI maka asupan nutrisi bayi akan terpenuhi dan biasanya akan meningkatkan produksi ASI dalam 2 minggu. Cara penyimpanan ASI di tempat Kerja juga perlu diperhatikan dengan menggunakan botol kaca atau dengan plastic khusus ASI, serta penyimpanan ASI Perah dari tempat kerja ke rumah perlu diperhatikan dengan cooler bag yang telah terisi es atau jel pendingin untuk menjaga kualitas ASI Perah tetap baik. Menyusui bayi lebih sering di sore atau malam hari dan pada hari libur agar produksi ASI lebih lancar serta hubungan ibu-bayi menjadi lebih dekat. Adanya dukungan dan Kerjasama dari kantor. Dukungan tempat bekerja kepada ibu yang sedang menyusui sangat penting, suapaya dalam melakukan ASI Perah atau pumping lancar tanpa terkendala. Peran kantor dan rekan kerja sangat memengaruhi kesuksesan pemberian ASI eksklusif bagi ibu bekerja. Mengelola Stres. Jika stres terus terjadi pada ibu hamil dan terus meningkat maka akan mempengaruhi produsi ASI yang sedikit pada ibu yang sedang menyusi dan menyebabkan anak cepat untuk penyapihan dini. Semoga dengan tips diatas, ibu yang sedang menyusui bayinya tidak lagi khawatir saat ditinggal bekerja dan memberi kemudahan untuk para ibu menyusui. Refrensi Azizah, N., Wulandari, D, A.. (2022). Upaya Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Melalui Edukasi Dan Pendampingan Mulai Kehamilan. Jurnal Addimas Indonesia. 4(1), 34 – 39. Hadina., Hadriani., Nirma., Mangun, M., Sakti, P, M. (2022). Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja Dan Dukungan Pimpinan Tempat Kerja. Jurnal Jambura Journal Of Health Sciences And Research. 4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 450/Menkes/SK/IV/2004 Tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Secara Eksklusif Pada Bayi Di Indonesia. Yuliantie, P., Kusvitasari, H.. (2022). Penggunaan Breast Pump Pada Ibu Menyusui. Jurnal Of Current Sciences. 2(2), 55 – 60.